Kabar Muhita di masa pandemi

Selasa (11/08/2020) Muhita tengah mendapat kunjungan Monev (monitoring dan evaluasi) dari Koodinator Pengawas (korwas) Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Dalam hal ini, Bapak pengawas ingin mengetahui sejauh mana kemampuan sekolah dalam menghadapi dampak covid-19 yang berkepanjangan ini terhadap proses pembelajaran. Pihaknya akan melihat dan menilai keseluruhan perangkat mengajar serta model-model pembelajaran yang diinovasikan oleh Muhita.
Menurut Kepala SD Muhammadiyah 01 Tanggul, H. Muhammad Burhanudin Harahap, M.Pd., bahwasannya kedatangan pengawas ini merupakan kunjungan yang sangat baik bagi
sekolah. Dan hal ini juga merupakan kunjungan silaturahmi pertama sejak masa libur sekolah dampak pandemi covid-19 awal maret lalu.
“Monev yang dilakukan oleh pengawas adalah kegiatan rutin. Dan pada kesempatan kali ini, kunjungan pengawas menjadi kesempatan bagi kami untuk mendapatkan penguatan dan arahan terkait model pembelajaran yang kami terapkan dimasa pandemi,” ujar Burhan -sapaan akrab head master Muhita.
Dalam proses pembelajaran selama pandemi ini, Muhita menerapkan pembelajaran kombinasi antara daring dan luring. Proses pembalajaran daring yang dilakukan adalah melalui website SIDIKMU.COM, Chanel Youtube sekolah (Muhita Tv), What’sApp Group, Meeting Zoom, dan Google Docs. Adapun luring (luar jaringan) adalah suatu ikhtiar yang ditempuh Muhita dalam melakukan pemantauan capaian belajar anak dirumah. Ikhtiar ini tentu tidak mudah, sebab guru harus berkeliling dari satu rumah ke rumah yang lainnya. Dan tentunya sekolah juga was-was akan adanya pihak-pihak yang menganggap ikhtiar tersebut adalah langkah yang melanggar aturan.

Bapak Korwas menyampaikan bahwasannya apa yang dilakukan oleh Muhita ini sangat bagus dan harusnya menginspirasi pergerakan lembaga pendidikan lainnya, terkait model pembelajaran jarak jauh untuk sekelas pendidikan sekolah dasar di daerah Tanggul dan sekitarnya.
“Ya tentu saja kami sangat mengapresiasi sekali apa yang dilakukan oleh Muhita tersebut. Terkait Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Belajar Dari Rumah (BDR), yaitu kombinasi antara daring dan luring.” komentar Pak Cin –panggilan akrab Bapak H. Cintoko Rudiarto, M.Pd. (Korwas Kec. Tanggul).
Beliau juga menambahkan, bangga atas langkah-langkah yang sudah dilakukan Muhita. Yang mana hal tersebut merupakan gambaran real pendidikan yang seharusnya berlangsung, baik
dimasa pandemi seperti saat ini maupun kedepannya nanti. Inilah contoh pendidikan yang terus berkembang dan tidak mati kutu lantaran kondisi apapun yang sedang terjadi.
Di penghujung pertemuan itu Burhan menegaskan, “insyaa Allah, kami akan selalu berkomitmen untuk menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan, di lembaga pendidikan muhammadiyah khususnya. Sehingga menjadi stimulus bagi lembaga pendidikan lainnya, untuk terus berupaya semaksimal mungkin mewujudkan generasi bangsa yang cerdas dan berakhlaq mulia.” (Dudung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.