Guru Harus Lakukan Penelitian

TRIBUN-MEDAN.SANGGAU – Guru memiliki peran penting dalam memajukan dunia pendidikan, termasuk baik dan buruknya kualitas siswa. Oleh karena itu, harus ada upaya yang dilakukan secara terus menerus dalam rangka meningkatkan profesionalitas guru.

Demikian dikatakan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kecamatan Kapuas, Abang Usman ketika dimintai komentarnya terkait upaya meningkatkan kualitas guru.

Menurut Usman, ada tiga kegiatan penting yang diperlukan oleh guru untuk bisa meningkatkan kualitasnya sehingga bisa terus menanjak pangkatnya sampai jenjang kepangkatan tertinggi. Pertama para guru harus memperbanyak tukar pikiran tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengalaman mengembangkan materi pelajaran dan berinteraksi dengan peserta didik.

Tukar pikiran tersebut bisa dilaksanakan dalam pertenuan guru sejenis di sanggar kerja guru, ataupun dalam seminar-seminar yang berkaitan dengan hal itu. Kegiatan ilmiah ini hendaknya selalu mengangkat topik pembicaraan yang bersifat aplikatif.

Artinya, hasil pertemuan bisa digunakan secara langsung untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
“Hanya perlu dicatat, dalam kegiatan ilmiah semacam itu hendaknya faktor-faktor yang bersifat struktural administrative harus disingkirkan jauh-jauh. Misalnya, tidak perlu yang memimpin pertemuan harus kepala sekolah,”katanya.

Sementara yang kedua, dijelaskannya, akan lebih baik kalau apa yang dibicarakan dalam pertemuan-pertemuan ilmiah yang dihadiri para guru adalah merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh para guru sendiri. Dengan demikian guru harus melakukan penelitian.

Untuk ini perlulah anggapan sementara ini bahwa penelitian hanya dapat dilakukan oleh para akademisi yang bekerja di perguruan tinggi atau oleh para peneliti di lembaga-lembaga penelitian harus dibuang jauh-jauh. Justru sekarang ini perlu diyakini pada semua pihak bahwa hasil-hasil penelitian-penelitian tentang apa yang terjadi di kelas dan di sekolah yang dilakukan oleh para guru adalah sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Sebab para gurulah yang nyata-nyata memahami dan menghayati apa yang terjadi di sekolah, khususnya di kelas. “dari pengalaman di sekolah itu juga bisa dijadikan materai penelitian,”tukasnya.

Abang Usman juga memamparkan bahwasanya masih terlalu banyak masalah-masalah yang berkaitan dengan proses belajar mengajar di kelas yang sampai saat ini belum terpecahkan dan perlu untuk dipecahkan. Misalnya, langkah-langkah apa harus dilaksanakan untuk menghadapi murid yang malas atau mempunyai jati diri yang rendah atau pemalu di kelas.

Bagaimana mendorong peserta didik agar mempunyai motivasi untuk membaca. Dan bagaimana cara menanggulangi peserta didik yang senantiasa mengganggu temannya.

“Masalah-masalah itu saya amati jarang diteliti, kalaupun pernah diteliti maka pendekatannya terlalu teoritis akademis sehingga tidak dapat diterapkan dalam praktek proses belajar mengajar sesungguhnya,”tukasnya. (sbs/tribunpontinak.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.